|
 | You're Not Ready for This | Feb 17, 2005 |
I'M NOT UPDATING THIS PAGE. DO NOT ADD.  Oranye, hitam, hijau tua dan ungu. Satu-satunya hal yang terbayang dalam pikiran saya hanya satu : Halloween. Tapi dalam PK kali ini yang dimoderatori oleh Mbak Hany berbeda, sebab warna-warna ajaib tersebut harus digunakan dalam karya bertema : pernikahan. Hmm.... tantangan yang berat, sekaligus mendorong kita untuk "think out of the box". Ternyata setelah dijajal, saya ketagihan dengan kombinasi ungu-oranye (dan sedikit hitam). Hasilnya : Non-traditional wedding card & gift tags. Why not?  *Lagi ketagihan kancing, jadi jangan kaget kalo lihat kancing melulu yah :) ** Tali gift tag diambil dari benang rajut (loop yarn) Bahan-bahan : Kertas : Go For Baroque dari Imaginisce, koleksi Ambrosia dari Basic Grey, koleksi Wisteria dari Basic Grey. Pita : ungu dari Ruban Rubons, oranye dari koleksi Haunted - Cosmo Cricket. Paper puch : Kodomo no Kao Raku Raku Koubou, Carla Craft. |  | Sahabat saya Ila sebentar lagi akan menikah, pas sekali dengan tema pernikahan yang diangkat di PK 19, saya ingin membuatkan kartu khusus untuk Ila. Sedih juga karena tidak akan bisa hadir di pernikahannya, tapi saya tahu hal yang sangat dia suka : warna hijau. Bertepatan dengan persyaratan tema PK 19, yakni pernikahan, tapi hanya boleh menggunakan warna yang ditentukan, salah satunya hijau tua. Selengkapnya bisa dibaca di blog moderator kegiatan PK kali ini, Mbak Hany.
Inilah kartu yang saya buat untuk Ila, mudah-mudahan orangnya nggak mampir ke blog saya sebelum kartunya sampe di Jakarta, karena jadi nggak surprise lagi dong, hehehe (makanya nggak dipost ke inbox). Untuk langkah-langkahnya bisa dibaca di keterangan masing-masing foto. |
 Tema Kain dan Kertas di PK 18 ini menarik sekali, rasanya ingin terus menggali kreativitas dengan menggabungkan dua elemen itu. Untuk entri kali ini saya buat kartu berbentuk tas kecil dengan hiasan pita besar dan renda felt. Langkah membuat :1. Lipat kertas 3 kertas karton yang akan dijadikan dasar kartu (saya pakai warna ungu muda). 2. Untuk bagian luarnya, potong kertas dengan variasi warna lain (saya gunakan warna ungu tua) hingga lebarnya seukuran dengan karton dasar, beri hiasan dengan edge punch lalu rekatkan pada kartu. 3. Hiasi bagian atas kartu dengan renda felt 4. Lilit dengan pita besar. Bila kita lilitkan dan langsung ikat berbentuk pita, bagian tengah kartu akan terlalu menonjol, untuk menghindarinya, saya pisah pembuatan pita (bow) dan pita dasar yang melililt kartu. Saya satukan di tengah dengan ikatan benang pada sebuah kancing yang warnanya senada. 5. Terakhir, hias tengah kancing dengan permata tiruan. Hiasan ini sekaligus menutup benang yang tadi. Di tempat saya tinggal sudah masuk hari pertama bulan Ramadhan, di kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa untuk teman-teman yang menjalankannya.  Mumpung tanggal 17 belum terlewat terlalu jauh, setor kartu merah-putih dulu deh :) *kartu yang di kanan, bagian yang berlatar belakang polkadot merah itu kain lho, mungkin di foto nggak begitu terlihatKartu ini dibuat untuk ajang PK 18 yang bertema Kain dan Kertas dengan moderator mbak Phiphi, dan admin Mbak Dian Y. Inti tema kali ini adalah menggunakan dua elemen tersebut dalam prakarya, tapi tetap kertas sebagai elemen utama. Kali ini saya buat kartu merah putih, yang satu elemen kainnya hanya diwakili pita, dan yang satu lagi elemen kainnya saya ambil dari kain sisa prakarya lama, kebetulan warna putih dengan motif polkadot merah. Hanya aja, harusnya ucapannya Merdeka! biar lebih terasa Indonesianya ya... yah tapi sudah lewat :( Cara membuat Kartu 1 : Siapkan kartu dasar berwarna putih. Punch 3 kertas bertema merah putih dengan yang tengah dijadikan fokus utama dan ditulisi ucapan. Hasil punch tersebut dilapisi kertas merah dan diberi hiasan lain seperti brads dan mutiara palsu. Hias bagian bawah kartu dengan renda kertas merah, kemudian pita merah putih. Cara membuat Kartu 2 : Lapisi setengah kartu dengan kain. Tutupi bagian sambungannya dengan pita merah putih. Rekatkan hiasan akhir berupa ucapan yang dihiasi doily paper yang dilipat berbentuk kipas. Alat dan bahan : Bahan dasar karton putih dan merah, pattern paper love letter dari Making Memories, pita merah putih (dari produk Kuretake Core'dinations), McGill Fancy Square Punch, brads warna merah, mutiara palsu, renda kertas, kain merah putih, stiker, spidol, corner rounder, doily paper, masking tape, foam adhesive, double tape. I tried to wrap some clothes for my friend, and it was so hard! Partly because I'm a perfectionist, and partly because clothes doesn't have a fixed shape so it is one of the hardest things to wrap. I decided to use a card board inside to make the right shape, wrap it with some crepe paper and voila! Here it is.
Plus a random thought : After arriving here in Sendai, my bestfriend’s nickname “ebi” (which is shrimp in japanese) is gone and back to her real name “Febby”. It’s funny now that I think of it, and all of my college friends (and my mom) still call her Ebi. It’s a precious name that shows her that we love her :)  Kartu pertama yang dibuat dengan Bold Flourish stamp dari Hero Arts dan Distress Ink-nya Tim Holtz dari Ranger. Using some tips from Jennifer McGuire. |  | Farewell is always hard. And making a scrapbook of the days we spent together hopefully can ease the pain. I love to save the happy memories into some papers. This time is our beloved little sister Rachma's. Finally it's complete, and I'm happy with the result. I hope she does too. Here are just some of my favorite pages, the complete version of this mini album can be previewed here. |
 Hari terakhir... hosh hosh... dari awal udah niat mau ikut PK 17, idenya ada, tapi karena lagi ngerjain scrapbook untuk kenang-kenangan temen yang pulang ke Indonesia, jadi terlambat. PK 17 yang bertema Summer kali ini diasuh langsung oleh Mbak Dian.  Di musim panas, salah satu objek wisata yang patut dikunjungi adalah taman bunga matahari, yang lagi bagus-bagusnya mekar. Kemarin temen saya ke sana, dan dengan fotonya, saya buat halaman scrapbook yang saya beri judul "Sunflower Summer". Untuk membuat hiasan bunga matahari kecil, punch 2 bunga di kertas kuning. Buat lingkaran kecil untuk ditengahnya, beri motif dengan spidol atau pensil warna. Bunga matahari ini saya bolongi 2 lubang di tengahnya untuk diikatkan benang craft. Setelah hiasannya lengkap, tempel di cardstock / pattern paper pilihan, beri tempat untuk menulis kenangan tentang hari itu. Alat / Bahan : Carla Craft Flower Punch, Cosmo Cricket Honey Pie 8" Paper Pad, Fiskars Upper Crest Edge Punch, EK Success Corner Rounder Matryoshka dikenal luas di seluruh dunia sebagai kerajinan tangan Rusia yang berupa boneka kayu yang berisi boneka-boneka serupa berukuran lebih kecil (nesting dolls). Karena ke-khasannya, saat ini Matryoshka sudah menjadi bagian dari budaya populer dunia. Berbagai barang mulai dari pernak-pernik, alat tulis sampai kain bermotif Matryoshka bisa ditemukan di banyak tempat tanpa harus ke Rusia. Matryoshka juga jadi objek yang sangat menarik untuk dijadikan kerajinan tangan, seperti yang saya aplikasikan dalam kartu ini untuk Prakarya Kertas ke-16 yang bertema negara. Alat : Gunting, lem, cutter, edge punch, foam adhesive, spidol, pensil warna Bahan : Masking tape, pattern paper, cardstock, pita, doily paper
Langkah membuatnya, awalnya saya buat kolase di atas kertas krem menggunakan masking tape, dengan menyisakan bagian tengah untuk wajah boneka. Saya juga menggunting bentuk rambut dari masking tape warna coklat tua. Tambahkan doily paper untuk celemek, gambar wajahnya dengan spidol dan pensil warna. Gunting berbentuk boneka, lalu lilitkan pita. Tempel di atas kartu dengan ucapan "Privyet!", yang berarti "salam" (greetings) dalam bahasa Rusia (mudah-mudahan bener ya :p soalnya ada temen yang lulusan sastra Rusia nih).
  I love the color scheme in Kristina Werner's 56th Color Inspiration! So I took the swatch only image from her page, and somehow inspired to make a polka dot pattern out of it. I printed it out on a matte photo paper, then put everything together. The flower was inspired by Dawn's vintage distressed flower, that I love so much. However, I just realized that the printed out celery color was too bright compared to what looks on my monitor. Oh well. Supplies : Kodomo no Kao & Carla Craft flower punch, corner rounder, white gel pen |  | *hihihi ikut-ikut mbak Irni* Sejak beberapa minggu ini, aku pengen banget beresin koleksi pita, selain supaya lebih rapi, juga supaya mudah dipakai tanpa harus berantakin seluruh kamar *lebay*. Beberapa waktu yang lalu di internet nemu produk ribbon spool holder dari Cropper Hopper dan saya pesan. Tapi akibat salah tangkap dari liat gambar saja di internet, ternyata produk ini nggak bisa saya pakai karena ukuran spool di Jepang berbeda :(
Selama ini, saya naruh pita bertumpuk di dalam kardus bekas pesan dari amazon. Bentuk, ukuran dan kemasan masing-masing pita berbeda sehingga sulit diatur. Pas lihat blog Mbak Irni pagi ini, langsung bersemangat mau mencontek caranya :D Akhirnya tadi siang ke toko 100 yen, pas ada kotak yang lucu lagi. Trus buat slotnya dari cardboard, dan tada! Murah, meriah, mudah, hasilnya ringkas dan rapi.
*Special thanks untuk : mbak Irni untuk tularan idenya :) Ima yang udah temenin beli kotaknya :D |
I found this new trick after browsing the flower pot card and Kristina Werner's blog. Combining some of the already popular card-making how-to and make it new! I love it, I think it's cute and I will make a tutorial about it next time. "If you wanna make the world a better place, Take a look at yourself and make the change." MJ 1958 ~ 2009
Sebenernya telat sendiri udah nggak etis, idealnya kita nggak telat, ya ga? Hehehe. Tapi pasti ada waktu-waktu kita terlambat masuk kuliah, terlambat pas janjian sama orang, atau terlambat-terlambat lainnya. Menurut gue, tiap orang pasti punya standar sendiri dalam hal keterlambatan. Ada yang 10 menit telat udah merasa bersalah, keringet dingin dan minta maaf berulang-ulang, tapi ada juga yang telat 1 jam tapi masih nyantai, muka ga bersalah dan berlagak kayak nggak ada apa-apa.
Jujur gue juga bukan orang yang selalu tepat waktu. Tapi setidaknya gue juga liat-liat telat ama siapa dan di acara apa. Kalo cuma janjian santai ama temen-temen apalagi mereka bisa mulai duluan acaranya tanpa gue, ya telat-telat nggak terlalu masalah. Dan paling enggak kalau gue telat / bakal telat gue kabarin dulu orang yang janjian ama gue biar dia ga nunggu dengan bete. Setidaknya gue udah kasih kabar, misal gue telat 15 menit, ya dia kan bisa liat-liat toko sekitar situ ato ngapain kek.
Tapi yang pengen gue omongin sekarang bukan soal telat janjian, tapi telat masuk kelas. Di Jepang ini, ketepatan waktu jadi hal yang penting, dan berat bagi gue untuk bisa datang sebelum kelas di mulai untuk jam kuliah pertama. Makanya kalo nggak wajib mendingan gue ga ngambil deh, gue tau gue ga bisa komitmen dengan jam kuliah pertama, kalo ditambah dengan jam shalat subuh yang terus bergeser di sini.
Hal yang mengganggu gue saat ini, ada satu orang cewek Korea di salah satu kelas yang gue ikuti, dan dia sudah beberapa kali telat masuk kelas. Yah, telat itu biasa mungkin itu pikiran lo. Tapi dia ini baru masuk kelas 10 menit menjelang kelas berakhir, dan bukan cuma sekali. Yang menurut gue pribadi, selain mengganggu konsentrasi dosen, mengganggu mahasiswa lain yang sudah ikut kelas dari awal jam pelajaran, juga dia nggak bakal dapet banyak ilmu dalam 10 menit itu (1 jam pelajaran 90 menit). Yang ada karena dia baru nyampe, grasak-grusuk ngeluarin buku, kipas-kipas badan karena keringetan. Mana bisa langsung masuk ke materi, apalagi kalo materinya susah. Sedangkan kelas itu kelas kecil yang kira-kira mahasiswanya di bawah 20 orang, ya jelas aja nggak mungkin dia masuk tanpa semua orang sadar.
Gue heran aja kenapa dia masih masuk kelas, apa karena ngejar absen? Apa karena dia emang ada kelas lain jadi tabrakan jadwalnya? Kalo gitu, kenapa kelas ini tetep diambil juga? Gue pribadi bukan orang yang selalu hadir dan siap sedia sebelum dosen masuk, tapi gue punya toleransi keterlambatan 15 menit. Kalau gue sudah telat lebih dari itu, gue milih nggak masuk kelas daripada mengganggu yang lain. Kalaupun telat, di luar kelas gue sudah keluarin buku, tempat pensil dan kamus supaya pas masuk kelas gue tinggal duduk dengan tenang tanpa ganggu orang lain. Gimana etika terlambat lo? |  | Bulan Juli ini ajang PK diadakan untuk ke-16 kalinya, kali ini bertema negara dan diasuh langsung oleh bu admin, Mbak Dian Y. Untuk PK ke 16 ini saya pilih India sebagai negara 'pilihan' saya. India merupakan negara yang sampai saat ini masih mempertahankan budaya mereka. Saya sangat mengagumi menariknya pernak-pernik khas India, seperti cerahnya warna-warni kain sari dan beadswork India yang terkenal. Satu barang khas India yang terekam baik dalam memori saya, adalah sarung bantal berhias patchwork di bagian depannya, yang dibeli Ibu saya beberapa tahun yang lalu. Tidak seperti patchwork pada umumnya, patchwork khas Rajasthan (negara bagian terbesar di India) ini bentuknya tidak beraturan dan jahitannya besar-besar. Sekilas terlihat tidak rapi, namun di situlah letak keunikan patchwork ini.
Setelah ditilik-tilik, semua patchwork ini adalah buatan tangan, dan karenanya, tidak ada dua benda dengan motif yang sama. Hal ini juga yang menyebabkan harga patchwork ini cukup mahal. Para pengrajin di sekitar desa Jaisalmer memotong kain sari dan gaun pengantin tua untuk dijadikan bahan dasar patchwork. Di antaranya, terdapat kain-kain dengan benang emas, payet, manik-manik, bordir, bahkan kadang potongan cermin. Metode ini sudah dikembangkan dari dulu kala.
Berikut beberapa contohnya :
*Foto-foto atas merupakan hasil search di Ebay*
Kali ini saya menerjemahkan patchwork tersebut ke kerajinan kertas, dengan cara membuat frame kertas, kemudian menghiasi kertas dengan motif (yang mudah-mudahan mirip) etnik India, terutama banyak saya hiasi dengan glitter, tinta dan kertas emas. Bahkan, bungkus permen dan coklat pun bisa dipakai :) |
|  | sample photos for slideshow test. I don't own these pictures!!! I searched via google and ebay with "Indian Patchwork" as the keyword. |
Oleh : Ustadz Samson Rahman, dari Eramuslim Jika Anda cinta Rasulullah maka Anda akan bersama dia, di surga Allah. Dan jika Anda mulai merasa sangat nyaman dengan dunia maka dunia akan meninabobokan Anda sehingga Anda lupa pada hari akhirat Anda. Kita akan banyak ditentukan oleh dan dengan siapa kita berteman, dengan siapa kita bersahabat. Pikiran kita banyak dilukis oleh cara pikir dan cara pandang teman-teman kita dalam melihat dan mempersepsikan dunia. Kita akan banyak diwarnai oleh detak hati sahabat-sahabat kita, oleh akhlak dan moralitas mereka. Kita akan senantiasa berotasi di garis edar orang-orang yang kita cintai, orang-orang yang kita senangi dan orang-orang yang kita anggap memiliki cawan cinta yang dia suguhkan kepada kita semua. Cawan cinta yang membuat kita mabuk dan tenggelam dalam kecintaan yang luar biasa. Tak salah jika Rasulullah sering kali memberi peringatan pada kita semua bahwa jika kita ingin melihat agama seseorang maka hendaknya kita melihat siapa teman orang itu. Jika kita akan melihat karakter dan pandangan hidup seseorang maka hendaknya kita melihat teman gaul orang itu. Tak banyak orang yang mampu menjadi pahlawan di tengah para penjahat, sangat minim orang yang akan menjadi penjahat sementara dia hidup di tengah-tengah para ulama. Aura hidup seseorang akan banyak mengalirkan energi pada orang lain. Energi jahat akan sangat gampang menular pada orang lain, energi baik juga bisa mengalir walaupun sangat lambat. Banyak orang baik-baik mendadak menjadi jahat dan penjahat karena teman-temannya yang jahat, banyak orang alim yang tiba-tiba memuja dunia karena dia hidup di tengah-tengah pemuja dunia. Banyak ustadz yang mendadak tersendak melihat limpahan dunia. Banyak kiai yang kehilangan rasionalitas tatkala terkurung oleh kepentingan. Namun banyak pula orang bejat namun tiba-tiba menjadi saleh karena banyak menyimak kata-kata ulama, merenungi ayat-ayat Allah dan ingat tujuan akhir kehidupannya. Manusia akan senantiasa terseret-seret di belakang ideologi temannya, menari bersama ritme paradigma sahabat-sahabat dan orang-orang dekatnya—kecuali yang Allah beri dia rahmat. Maka jangan lupa pertahanan kesalehan Anda, energi ketakwaan Anda, bara tawakkal Anda. Semangat kerja Anda akan tiba-tiba rontok mana kala Anda salah memilih teman-teman Anda. Api spirit ruhani Anda bisa-bisa mendadak redup tatkala teman-teman Anda membawa gulita dan siap memadamkan api spirit hidup Anda. Dan ingatlah bahwa Anda akan senantiasa bersama dengan orang yang Anda sukai dan cintai. Rasulullah bersabda : Setiap orang akan bersama dengan orang yang dicintainya (HR. Bukhari Muslim). Jangan sampai kesalehan Anda tergerus oleh kethalehan teman-teman Anda. Janganlah kerendahan hati Anda (tawadhu’) tercerabut oleh keangkuhan teman-teman Anda. Janganlah kezuhudan Anda terkuras oleh ketamakan teman-teman Anda. Janganlah kedermawanan Anda ludes oleh kekikiran teman-teman Anda. Janganlah keberanian Anda tertimbun oleh kepengecutan teman Anda.Bila Anda tidak mawas diri, maka bersiaplah menjadi korban kecerobohan Anda. Bila Anda tak teliti maka bersiaplah untuk menghadapi penyesalan tiada henti. Anda, sekali lagi, akan bersama dengan orang-orang yang Anda cintai. Anda kagumi dan Anda ikuti langkah-langkahnya. Jika Anda cinta Rasulullah maka Anda akan bersama dia, di surga Allah. Dan jika Anda mulai merasa sangat nyaman dengan dunia maka dunia akan meninabobokan Anda sehingga Anda lupa pada hari akhirat Anda. Anda akan lelap dalam dekapannya yang menjadi Anda lupa terhadap diri Anda sendiri.
|